PPT
Waterfall dan jenis-jenis UML
Selasa, 25 September 2012
Senin, 24 September 2012
Etika Profesi minggu 1 "Model Waterfall dan jenis-jenis diagram"
Waterfall
Waterfall model adalah salah satu
model pengembangan software, dimana kemajuan suatu proses dipandang sebagai
terus mengalir ke bawah seperti air terjun.
Waterfall, merupakan SDLC tertua karena sifatnya yang natural. Urutan SDLC waterfall ini bersifat serial dari proses perencanaan, analisa, desain, dan implementasi pada sistem. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.
Waterfall, merupakan SDLC tertua karena sifatnya yang natural. Urutan SDLC waterfall ini bersifat serial dari proses perencanaan, analisa, desain, dan implementasi pada sistem. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.
Model waterfall
Ciri – ciri model waterfall seperti aliran air terjun:
Tahapan nya adalah/ Daur hidup PL:
1. Analisis kebutuhan
Maksudnya : untuk mengumpulkan
kebutuhan user yang berkaitan dengan perangkat lunak yang dibangun peran
analisis sebagai penjembatan antara keinginan user dengan programmer, mampu
melihat konsekuensi dari kebutuhan user, kemudian kebutuhan tersebut di
dokumentasikan.
2. Desain
Maksudnya : Tahapan ini untuk
menerjemahkan keinginan urser menjadi desain.
3. Coding
Maksudnya : pada tahapan ini
programmer menerjemahkan desain ke dalam bahasa pemrograman
4. Pengujian
Maksudnya: setelah program aplikasi
selesai dibuat , maka dilakukan tahap pengujian.
5. Implementasi
Maksudnya : Perangkat lunak yang
telah lolos uji di Implementasi.
6. Perawatan
Maksudnya : perangkat lunak yang
telah di implementasi di harapkan bisa di pakai terus menerus.PL harus dirawat
dengan memperhatikan hal-hal :
a)
Mampu menangani perkembangan dat , seiring berjalannya
waktu
b)
Mampu menangani ancaman kerusakan oleh virus atau
program penyusup lainnya.
c)
Mampu menangani perbaikan jiika suatu saat terjadi
error.
d)
Bisa menambah
fitur baru, dll.
Tahap – tahap
pengembangan waterfall model adalah :
1. Analisis dan definisi persyaratan
1. Analisis dan definisi persyaratan
Pelayanan,
batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.
2. Perancangan
sistem dan perangkat lunak
Kegiatan
ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan
3. Implementasi
dan pengujian unit
Perancangan perangkat lunak
direalisasikan sebagai serangkaian program
4. Integrasi dan
pengujian system
Unit program diintegrasikan atau diuji sebagai
sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sitem telah terpenuhi
5. Operasi dan
pemeliharaan
Merupakan fase siklus yang paling lama. Sistem
diinstall dan dipakai. Perbaikan mencakup koreksi dari berbagai error,
perbaikan dan implementasi unit sistem dan pelayanan sistem.
Kelebihan
:
- Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
- Cocok untuk system software berskala besar.
- Cocok untuk system software yang bersifat generic.
- Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
- Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
- Cocok untuk system software berskala besar.
- Cocok untuk system software yang bersifat generic.
- Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan
:
- Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
- Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
- Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
- Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
- Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
- Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
Jenis-jenis Diagram UML
Terdapat
13 jenis diagram di dalam UML, yang di
kelompokan dalam dua jenis (model) yaitu:
1. Model
statis
Model statis adalah model yang menangkap bagian-bagian dari sistem dan struktur hubungan antar bagian dari sistem perangkat lunak. Diagram UML yang termasuk model statis yaitu:
Model statis adalah model yang menangkap bagian-bagian dari sistem dan struktur hubungan antar bagian dari sistem perangkat lunak. Diagram UML yang termasuk model statis yaitu:
a.
Class
Diagram
Class adalah sebuah spesifikasi yang jika
diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan
dan desain berorientasi objek. Classmenggambarkan keadaan
(atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk
memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi). Class diagrammenggambarkan
struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta
hubungan satu sama lain seperti containment , pewarisan,
asosiasi, dan lain-lain.
Class memiliki tiga area pokok :
1. Nama (dan stereotype)
2. Atribut
3. Metoda
Atribut dan metoda dapat memiliki
salah satu sifat berikut :
·
Private , tidak dapat dipanggil dari
luar class yang bersangkutan
·
Protected , hanya dapat dipanggil oleh class yang
bersangkutan dan anak-anak yang mewarisinya
·
Public , dapat dipanggil oleh siapa saja
Class dapat merupakan implementasi dari
sebuah interface , yaitu class abstrak yang
hanya memiliki metoda. Interface tidak dapat langsung
diinstansiasikan, tetapi harus diimplementasikan dahulu menjadi sebuah class. Dengan
demikian interface mendukung resolusi metoda pada saat run-time .

b.
Object Diagram
Object Diagram adalah Salah satu
perancangan sistem yang digunakan untuk menjelaskan tentang nama obyek, atribut
dan metode yang dipakai. Sebuah Object Diagram adalah gambaran dari objek-objek
dalam sebuah system pada satu waktu. Diagram ini sering juga disebut sebagai
Diagram Perintah, karena pada diagram ini perintah-perintah nya lebih
ditonjolkan daripada kelasnya

c. Package Diagram
menggambarkan
dekomposisi(proses berubahnya sesuatu
kedala bentuk atau karakter yang lebih sederhana) dari sistem menjadi unit-unit dan hubungan
ketergantungannya.
d.
Deployment Diagram
Deployment/physical diagram menggambarkan detail bagaimana
komponen di- deploydalam infrastruktur sistem, di mana komponen
akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan
jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang
bersifat fisikal Sebuah node adalah server, workstation ,
atau piranti keras lain yang digunakan untuk men- deploy komponen
dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node (misalnya
TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram
ini.

e.
Component Diagram
Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti
lunak, termasuk ketergantungan ( dependency ) di antaranya.
Komponen piranti lunak adalah modul berisi code , baik
berisi source code maupun binary code ,
baik librarymaupun executable , baik yang muncul
pada compile time, link time , maupun run time .
Umumnya komponen terbentuk dari beberapa class dan/atau package ,
tapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil. Komponen dapat juga
berupa interface , yaitu kumpulan layanan yang disediakan
sebuah komponen untuk komponen lain.
f.
Composite Structure Diagram
Diagram yang
menunjukkan struktur internal classifier,termasuk poin interaksinya ke bagian
lain dari sistem. Hal ini menunjukkan konfigurasi dan hubungan bagian, yang
bersama-sama, melakukan perilaku classifier mengandung.
Diagram struktur komposit dapat digunakan untuk menjelaskan:
-
struktur dari bagian-bagian yang salingberkaitan
- run-time struktur yang
salingberhubungan
Contoh:Deskripsi dari bagian-bagian mesin yang
saling berhubungan untuk melakukan fungsi mesin
2.Model Dinamis
Model dinamis menitikberatkan bagaimana bagian-bagian sistem saling berinteraksi untuk menghasilkan perilaku dari sistem perangkat lunak. Diagram UML yang termasuk model dinamis
g.
Activity Diagram
Activity
diagrams menggambarkan berbagai alir
aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir
berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka
berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses
paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity
diagram merupakan state diagramkhusus, di mana sebagian
besar state adalah action dan sebagian besar
transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya
( internal processing ). Oleh karena itu activity
diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan
interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan
proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. Sebuah
aktivitas dapat direalisasikan oleh satuuse case atau lebih.
Aktivitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case menggambarkan
bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktivitas. Sama
seperti state , standar UML menggunakan segiempat dengan sudut
membulat untuk menggambarkan aktivitas. Decision digunakan
untuk menggambarkan behaviour pada kondisi tertentu. Untuk mengilustrasikan
proses-proses paralel ( fork dan join )
digunakan titik sinkronisasi yang dapat berupa titik, garis horizontal atau vertikal.Activity
diagram dapat dibagi menjadi beberapa object swimlane untuk
menggambarkan objek mana yang bertanggung jawab untuk aktivitas tertentu.

h.
Stateechart Diagram
Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari
satu state kestate lainnya) suatu objek pada
sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. Pada
umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu
(satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart
diagram ). Dalam UML, state digambarkan berbentuk
segiempat dengan sudut membulat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu.
Transisi antarstate umumnya memiliki kondisi guard yang
merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung
siku. Action yang dilakukan sebagai akibat darievent tertentu
dituliskan dengan diawali garis miring. Titik awal dan akhir digambarkan
berbentuk lingkaran berwarna penuh dan berwarna setengah
i.
Use Case Diagram
Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah
sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan
“bagaimana”. Sebuahuse case merepresentasikan sebuah interaksi
antara aktor dengan sistem. Use casemerupakan sebuah pekerjaan tertentu,
misalnya login ke sistem, meng- create sebuah daftar belanja,
dan sebagainya. Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin
yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan
tertentu. Use case diagram dapat sangat membantu bila kita
sedang menyusunrequirement sebuah sistem, mengkomunikasikan
rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk
semua feature yang ada pada sistem. Sebuah use
case dapat meng- include fungsionalitas use
case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum
diasumsikan bahwa use case yang di- include akan
dipanggil setiap kaliuse case yang meng- include dieksekusi
secara normal. Sebuah use case dapat di-include oleh
lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi
fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas
yang common . Sebuah use casejuga dapat
meng- extend use case lain dengan behaviour -nya
sendiri. Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan
bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang
lain.
j.
Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek
di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display ,
dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap
waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu)
dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence
diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian
langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk
menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men- trigger aktivitas
tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa
yang dihasilkan. Masing-masing objek, termasuk aktor, memilikilifeline vertikal. Message digambarkan
sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase desain
berikutnya, message akan dipetakan menjadi operasi/metoda
dari class. Activation bar menunjukkan lamanya
eksekusi sebuah proses, biasanya diawali dengan diterimanya sebuah message.
k.
Communication Diagram
Memfokuskan pada komunikasi yang berhubungan dengan struktur
dari objek yang terlibat dalam suatu tugas. Communication diagram
bersama dengan sequence diagram adalah termasuk dalam diagram interaksi.

l.
Interaction Overview Diagram
menunjukan
layout dari activity diagram untuk memodelkan alur dari logic
dalam sekumpulan interaksi.
m.
Timing Diagram
menyediakan perubahan statis yang menekankan pada waktu
sebenarnya.Proses
simulasi dapat diketahui dengan membuat gambar timing diagram. Dengan
menggunakan gambar timing diagram, dapat dilihat mengenai kondisi input, output
serta hal-hal lain yang terkait. Bentuk timing diagram ini dibuat
berdasarkan satuan waktu.Pada mulanya, untuk membuat timing diagram ini
diperlukan stimulus untuk menentukan kondisi input awal. Selanjutnya, software
simulator akan melakukan simulai guna menghasilkan kondisi output sesuai dengan
kondisi input tadi.Cara ini merupakan cara yang sederhana dan mudah dilakukan,
apalagi bagi para pegguna awal FPGA, bila dibandingkan dengan bentuk testbench.
Hal ini disebabkan karena tampilan timing diagram yang berupa gambar sehingga
memudahkan siapa saja untuk mengamati, menganalisa, dan menjelaskan proses simulasi.

Minggu, 24 Juni 2012
pertemuan 12
ETIKA
Etika
punya arti
yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna
yang berbeda dari istilah itu. Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu
atau kajian
formal tentang moralitas. Moralitas adalah
ha-hal
yang menyangkut
moral, dan
moral adalah sistem tentang motivasi, perilaku dan perbuatan manusia
yang dianggap baik atau buruk.
Franz Magnis Suseno menyebut etika sebagai ilmu
yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan
yang amat
fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak ? Peter Singer,
filusf kontemporer dari Australiamenilai kata etika dan moralitas sama
artinya, karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara
tertukar-tukar.
Etika secara umum
Etika
Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia
bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis,
teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar.
Etika secara khusus
Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Macam-Macam etika
Etika
Desktiptif : Etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional
sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup
ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika Normatif :
etika
yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku
ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu
yang bernilai.
ETIKA PROFESI
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa
suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruh oleh
pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap
sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan
kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan
teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara
teori dan penerapan dalam praktek.
ciri-ciri profesi
1.
Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini
dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang
bertahun-tahun.
2.
Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya
setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3.
Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi
harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4.
Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan
selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai
kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan
sebagainya,.
5.
Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. Dengan
melihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa
kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku
yang berada di atas rata-rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan
yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai
pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat
PRINSIP-PRINSIP ETIKA
PROFESI :
1. Tanggung jawab
- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
- Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
SYARAT-SYARAT SUATU
PROFESI :
- Melibatkan kegiatan intelektual.
- Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
- Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
- Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
- Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
- Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
- Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
- Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA
PROFESI :
1. Tanggung jawab
- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
- Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
SYARAT-SYARAT SUATU
PROFESI :
- Melibatkan kegiatan intelektual.
- Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
- Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
- Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
- Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
- Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
- Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
- Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
KODE ETIK PROFESI
Kode
: yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan
atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk
menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu
organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.
Kode
etik : yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu
sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di
tempat kerja.
Kode
etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam
melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.Kode etik profesi
sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk
mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat
melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh
oleh seluruh kelompok itu.
TUJUAN KODE ETIK
PROFESI :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.
SERTIFIKASI KEAHLIAN DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
- Sertifikasi sistem manajemen mutu,
- Sertifikasi sistem manajemen lingkungan,
- sertifikasi produk,
- sertifikasi ekolabel
- sertifikasi sistem HACCP3
Internasional :
- Adobe Certification Testing
- Avaya Certification Testing
- CompTIA Certification Testing
- LPI (Linux Professional Institute) Certification Testing
- MySQL Certification Testing
- Novell Certification Testing
- Sun Academic Initiative Certification
- SAP Certification Testing
- VERITAS Certification Testing
Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia (LSP TIK) didirikan pada tanggal 1 Mei 2007, dengan tujuan untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan dengan adanya kebutuhan tenaga kerja profesional maka dibutuhkan pengakuan kompetensi para tenaga profesional baik nasional ataupun internasional. Pengakuan tersebut bisa diperoleh jika telah dinyatakan kompeten dalam bidang informasi dan komunikasi oleh sebuah lembaga yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
SERTIFIKASI KEAHLIAN DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
Banyak alasan untuk mendapatkan sertifikasi IT (Information
Technology). Hal utama adalah sertifikasi di bidang Teknologi Informasi
dan Telekomunikasi memberikan kredibilitas bagi pemegangnya.
Sertifikasi IT menunjukkan para Professional Teknologi Informasi
memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan. Sertifikasi
IT juga memberikan keunggulan bersaing bagi perusahaan, khususnya dalam
pasar global karena kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi
Informasi dan Telekomunikasi telah diuji dan didokumentasikan.
Contoh Sertifikasi nasional dan internasional
Nasional :- Sertifikasi sistem manajemen mutu,
- Sertifikasi sistem manajemen lingkungan,
- sertifikasi produk,
- sertifikasi ekolabel
- sertifikasi sistem HACCP3
Internasional :
- Adobe Certification Testing
- Avaya Certification Testing
- CompTIA Certification Testing
- LPI (Linux Professional Institute) Certification Testing
- MySQL Certification Testing
- Novell Certification Testing
- Sun Academic Initiative Certification
- SAP Certification Testing
- VERITAS Certification Testing
Lembaga yang melakukan Sertifikasi
Dalam bidang IT tentulah harus ada sertifikasi agar dapat terjamin
kualitas dan kuantitas sesuatu yang berhubungan dengan IT tentunya.
Oleh karena itu, ada lembaga-lembaga yang melakukan sertifikasi
tersebut. Lembaga-lembaga yang melakukan sertifikasi tersebut yaitu :Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia (LSP TIK) didirikan pada tanggal 1 Mei 2007, dengan tujuan untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan dengan adanya kebutuhan tenaga kerja profesional maka dibutuhkan pengakuan kompetensi para tenaga profesional baik nasional ataupun internasional. Pengakuan tersebut bisa diperoleh jika telah dinyatakan kompeten dalam bidang informasi dan komunikasi oleh sebuah lembaga yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
PROFESI DAN PROFESIONALISME
PROFESI
Profesi
adalah kata serapan dari sebuah jata dalam bahasa Inggris
“Profess”, yang bermakna Janji untuk memenuhi kewajiban melakuakn suatu
tugas khusus secara tetap/permanen. Profesi sendiri memiliki arti sebuah
pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu
pengetahuan dan keahlian khusus. Suatu profesi biasanya memiliki
asosiasi profesi, kode etik, serta proses setrifikasi dan lisensi yang
khusus untuk bidang profesi tersebut.
KARAKTERISTIK PROFESI
1. Keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan teoritis :
Professional dapat diasumsikan mempunyai pengetahuan teoritis
yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
2.
Asosiasi
professional : Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh
para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para
anggotanya.
3. Pendidikan
yang ekstensif : Profesi
yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan
yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4. Ujian kompetensi : Sebelum memasuki organisasi
professional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoritis
5.Pelatihan
institusional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk
mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan
pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi.
6. Lisensi : Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka
yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7. Otonomi kerja : Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka
agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8. Kode etik : Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka
yang melanggar aturan.
PROFESIONALISME
1. Menurut Hardjana
(2002), pengertian profesional adalah orang
yang menjalani profesi sesuai dengan keahlian
yang dimilikinya.
2.
Menurut Tanri Abeng (dalam Moeljono, 2003: 107), pengertian
professional terdiri atas tiga unsur, yaitu
knowledge, skill, integrity, dan selanjutnya ketiga unsur tersebut harus
dilandasi dengan iman yang teguh, pandai bersyukur, serta kesediaan
untuk belajar terus-menerus.
3.
Menurut Siagian (dalam Kurniawan, 2005:74), profesionalisme adalah
keandalan dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu
yang baik, waktu
yang tepat, cermat dan dengan prosedur
yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan atau masyarakat.
4.
Menurut Abdulrahim (dalam suhrawardi, 1994 :10) bahwa profesionalisme
biasanya dipahami sebagai kualitas yang wajib dipunyai setiap eksekutif
yang baik, dimana didalamnya terkandung beberapa ciri sebagai berikut :
-Punya Keterampilan tinggi dalam suatu bidang
-Punya
ilmu dan pengetahuan serta kecerdasan dalam menganalisa suatu masalah
dan peka didalam membaca situasi, cepat dan tepat serta cermat dalam
mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
-Punya sikap berorientasi ke hari depan
-Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang
lain, namun cermat dalam memilih
yang terbaik bagi dirinya dan perkembangan pribadinya.
Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan?
*Etika membantu manusia untuk melihat secara kritis moralitas
yang dihayati masyarakat.
*etika juga membantu merumuskan pedoman etis
yang lebih kuat dan norma-norma baru
yang dibutuhkan.
*Etika membantu untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa
yang perlu dilakukan.
*Etika dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan.
Etika dalam teknologi informasi: sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan juga untuk menyusun instrument.
Kegunaan Etika Dalam Teknologi Informasi
1. mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
2. Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi.
3. Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.
Ciri-ciri profesionalisme dibidang TI
1.
mempunyai keterampilan yang tinggi dalam bidang IT dalam menggunakan
peralatan-peralatan dalam melaksanakan tugasnya dibidang IT.
2.
mempunyai ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam dalam bidang IT
dalam manganalisis suatu masalah dan peka didalam membaca situasi cepat
dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar
kepekaan.
3. punya sikap orientasi kedepan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan IT
yang terbentang dihadapannya.
4. punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang
lain , namun cermat dalam memilih
yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya terutama didalam bidang IT.
Langganan:
Postingan (Atom)







